Pelaku Gunakan AI untuk Bobol Server Bank di Korea Selatan, Presiden Turun Tangan
WARTABANJAR.COM - Kalau selama ini kecerdasan buatan (AI) dipakai hacker untuk membobol situs web dan mencuri informasi. Kini, AI diduga naik level untuk membobol bank.
Sejak Kamis (01/10/2026), tujuh perusahaan keuangan di Korea Selatan melaporkan kebocoran data nasabah.
Tiga di antaranya adalah bank komersial terbesar di negara itu, yakni Shinhan Bank, KB Kookmin Bank, dan Hana Bank.
Empat lainnya adalah Busan Bank, Yegaram Savings Bank, Welcome Savings Bank, dan Hyundai Capital. Lebih dari 67.000 orang diyakini telah terdampak.
Data yang bocor meliputi nama, kontak, nomor registrasi penduduk, pendapatan tahunan, hingga limit pinjaman nasabah.
Penyelidik menemukan jejak ARTEX AI di sebuah server yang diyakini dipakai dalam serangan.
ARTEX AI adalah sistem uji penetrasi mandiri berbahasa Mandarin. Tools ini bersifat open-source.
Namun, keterlibatan ARTEX AI belum dipastikan. Temuan tersebut juga tidak berarti serangan berasal dari China.
Ketua Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan (Financial Services Commission/FSC), Lee Eog-weon, hanya menyebut kemungkinan tersebut tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: Kelangkaan Memori RAM Diprediksi Bakal Lebih Gawat di 2028
Baca Juga: Ternyata Hacker Lebih Jago Pakai AI daripada Polisi Siber
"Kami tidak bisa mengesampingkan kemungkinan serangan yang memakai AI," kata Lee seperti dikutip Kompas.com dari Korea Times.
Menurut Lee, belum ada tanda bocornya informasi yang bisa langsung dipakai untuk pembayaran.
Namun, ia mengingatkan data itu tetap bisa dimanfaatkan untuk penipuan lewat telepon dan SMS palsu.
Menurut Korea Times, pola serangan kali ini berbeda dari sejumlah pembobolan besar sebelumnya.
Saat itu, yang dibobol adalah sistem inti TI atau sistem transaksi milik satu lembaga. Kini, banyak perusahaan keuangan disasar berturut-turut dalam waktu singkat.
ARTEX AI menggabungkan model bahasa besar (large language model/LLM) dengan teknologi multi-agen.