Komisi VIII DPR RI Tekankan Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Ancaman Bencana di Kalsel
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko bencana di Kalimantan Selatan.
Selain banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman yang perlu diantisipasi bersama melalui peningkatan pengetahuan dan kesiapan masyarakat.
Hal itu menjadi pembahasan dalam Sosialisasi Penguatan Literasi Kebencanaan untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Kalimantan Selatan dalam Menghadapi Ancaman Bencana di Aula BKPSDM Kabupaten Banjar, Martapura, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I, Sandi Fitria Noor.
Sandi sapaan akrabnya, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana di daerah.
”Khusus di Kalsel, kita dihadapkan pada ancaman banjir dan karhutla. Karena itu, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Komisi VIII DPR RI terus mendorong penguatan sistem penanggulangan bencana nasional, termasuk memperkuat peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah.
Baca juga: Bupati HST, HSS dan Tabalong Gabung Gerindra, Prabowo Punya Empat Kader Kepala Daerah di Kalsel
”Komisi VIII DPR RI juga mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencan (BNPB) memperkuat peran BPBD sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana karena berhadapan langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.
Sandi juga mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi yang melibatkan BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Banjar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Ia menilai budaya siaga perlu terus dibangun agar masyarakat mampu menghadapi berbagai ancaman bencana dengan lebih baik.
”Secara umum kita harus menjadi bangsa yang tangguh dan siap menghadapi setiap ancaman bencana. Keselamatan bukanlah keberuntungan, melainkan hasil dari persiapan yang matang,” pungkasnya. (wartabanjar.com/*)