Pertalite dan Pertamax Kosong di SPBU Mandingin Barabai HST, 8.000 Liter Pertalite Habis Sebelum Siang
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di SPBU Mandingin, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), kosong pada Rabu (05/08/2026) sekitar pukul 10.40 Wita.
Pantauan wartabanjar.com, papan informasi di SPBU menunjukkan Pertalite dan Pertamax masih dalam perjalanan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara yang datang harus kembali tanpa mengisi BBM.
Seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengatakan Pertalite sebenarnya masih tersedia pada pagi hari, namun habis lebih cepat dibanding biasanya.
“Tadi pagi masih ada, tapi sekitar setengah sebelas sudah habis. Biasanya satu tangki datang sekitar 8.000 liter. Kalau sore nanti datang lagi, kemungkinan penyaluran Pertalite bisa berjalan lagi,” ujarnya.
Ia mengakui meningkatnya jumlah kendaraan yang mengisi Pertalite, membuat petugas bekerja lebih keras dibanding hari-hari sebelumnya.
Meski demikian, pelayanan tetap dilakukan dengan sistem dua shift agar operasional SPBU tetap berjalan normal.
Baca Juga: Tak Hanya Ibu dan Balita, Posyandu HST Kini Fokus Layani Semua Kelompok Usia
Baca Juga: Belajar Public Speaking Hingga Table Manner, Kader PKK HST Tingkatkan Kepercayaan Diri
“Lumayan capek karena ramai. Tapi kami dibagi dua shift, shift pertama dari pukul 06.30 sampai 13.30 Wita, sedangkan shift kedua pukul 13.30 sampai 20.30 Wita. Kalau antrean masih banyak, biasanya bisa lembur sekitar setengah jam,” katanya.
Selain stok BBM, petugas juga menyampaikan harga Pertamax telah mengalami penyesuaian.
Saat ini Pertamax dijual seharga Rp16.650 per liter, turun dari sebelumnya Rp17.000 per liter.
Sementara harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Solar bersubsidi masih Rp6.800 per liter.
Kondisi tersebut sejalan dengan penjelasan Manajer SPBU Mandingin, Purwadi, yang sebelumnya mengatakan kuota Pertalite dari Pertamina tidak mengalami penambahan meski permintaan meningkat.
“Kalau Pertalite untuk kondisi saat ini pascakenaikan harga Pertamax, pengiriman dari Pertamina tetap volumenya. Sekitar 30 tangki per bulan. Jadi sama dengan bulan sebelumnya,” katanya saat ditemui usai rapat bersama Dinas Perdagangan HST, 29 Juli 2026 lalu.