WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Sutrimo, Kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, ditemukan meninggal di depan bangunan klinik di Jakarta, 23 Juli 2026.

Hingga Selasa (4/8/2026), kematian Sutrimo itu masih misterius, polisi belum juga mengungkap penyebab kematian Sutrimo yang selama ini "membantu" Febrie Adriansyah.

Febri sendiri mendekam di Rutan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dugaan atau spekulasi penyebab kematian Sutrimo merebak, termasuk dari Guru Besar Universitas Bhayangkara, Prof Hermawan Sulistyo.

Ia meyakini Sutrimo tewas bukan karena faktor alamiah, melainkan sengaja dibunuh.

Dugaan itu dilontarkan Hermawan podcast di kanal YouTube Mahfud MD Official, Senin (3/8/2026) malam.

"Penyidik yang paling bodoh pun tahu bahwa tidak mungkin mati wajar seperti itu. Saya yakinkan dia terbunuh," tegasnya.

Baca Juga: Ternyata Kepala Rumtang Eks Jampidsus Febrie Meninggal di Halaman Klinik, Kematian Sutrimo Misterius

Baca Juga: Tiga Tersangka TPPU Satu Almamater Kuliah: Febrie Adriansyah, Don Ritto, Nurman Herin

Menurut dia, ada beberapa kejanggalan dari kematian Sutrimo. 

Seperti, Sutrimo tidak memiliki riwayat penyakit kronis dan serangan jantung.

"Kalau sudden death itu, mati mendadak itu, porsi terbesarnya pasti karena jantung. Ini orang baru 42 tahun umurnya. Tidak ada riwayat jantung, tidak ada riwayat penyakit kronis lain sebelumnya," katanya.

Hermawan menduga, Sutrimo meninggal karena diracun. 

"Sehingga, salah satu kemungkinan adalah diracun. Kalau diracun itu ada dua jenis ini, kondisi umum, ya. Nah, dua jenis yang biasa dipakai, yaitu arsenikum dan sianida," katanya. 

Menurutnya dua jenis racun itu punya masa pendek untuk bisa dideteksi.

"Kalau 4 jam langsung ketahuan. Di luar itu agak sulit. Ini berubah jadi gas. Jadi, masuk ke tubuh dia menguap, dia jadi gas. Nah, jadi kalau dia jadi gas, ya enggak bisa ditelusuri," ujarnya.

Karena itu, Hermawan mengatakan apabila kematiannya benar karena racun itu maka akan sulit dibuktikan.