WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Jaringan narkotika Fredy Pratama masih menjadi perhatian aparat kepolisian meski sejumlah kurirnya berhasil ditangkap di Kalimantan Selatan.

Di balik berbagai pengungkapan kasus narkotika tersebut, proses memburu jaringan itu masih menghadapi berbagai tantangan karena para pelaku terus berupaya menghilangkan jejak.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan hasil pengungkapan kasus narkotika di Kalsel masih menemukan keterkaitan dengan jaringan Fredy Pratama yang belum berhasil ditangkap.

”Pengungkapan dan penangkapan narkoba kali ini juga masih terafiliasi dengan jaringan Fredy Pratama yang saat ini masih melarikan diri dan masih DPO di luar negeri,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolda Kalsel, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Hampir 32 Kilogram Sabu Gagal Beredar di Kalsel, Dua Kurir Merupakan Jaringan Fredy Pratama

Untuk memburu keberadaannya, Kapolda menyebut Polda Kalsel terus berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Ia menjelaskan, jaringan tersebut memanfaatkan berbagai cara untuk mengendalikan peredaran narkotika di Kalimantan Selatan.

”Jaringan Fredy Pratama ini menggunakan media sosial untuk menjual atau menyebarkan narkoba di wilayah Kalimantan Selatan khususnya,” bebernya.

Baca juga: LBH Borneo Nusantara Gugat PLN Kalselteng ke PTUN Dampak Pemadaman Listrik Bergilir

Kapolda juga mengungkapkan, perubahan identitas digital menjadi salah satu kendala yang dihadapi aparat dalam memburu jaringan tersebut.

”Begitu ada jaringannya yang tertangkap, akunnya langsung menghilang. Langsung diganti, langsung berubah, sehingga kita berupaya mencari lagi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, para pelaku juga kerap berganti alat komunikasi untuk menghilangkan jejak serta menyulitkan proses penyelidikan.

”Mereka selalu berganti-ganti akun, berganti handphone, berganti nomor telepon juga,” pungkasnya. (wartabanjar.com)