Panitia Evaluasi Pengamanan Usai Kericuhan Laga Perdana Kemboja Cup XVIII HST
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Panitia Turnamen Sepak Bola Kemboja Cup XVIII 2026 langsung melakukan evaluasi pengamanan, setelah laga perdana di Lapangan Bina Muda, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), diwarnai kericuhan antar pemain.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Mahbara MMC x BMC Agro Gurun Putra FC melawan Putera Meratus FC. Meski sempat memanas, pertandingan tetap dapat diselesaikan hingga peluit panjang dibunyikan.
Ketua Pelaksana Kemboja Cup XVIII, Kursani, mengatakan keributan bermula dari duel perebutan bola di depan gawang yang memicu emosi sejumlah pemain.
“Menurut informasi yang kami terima, salah seorang pemain lebih dulu melakukan pemukulan sehingga wasit mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan kartu merah,” katanya kepada Wartabanjar.com, Selasa (04/08/2026).
Menurut Kursani, situasi di lapangan tidak sebesar informasi yang beredar di media sosial maupun masyarakat.
“Ada yang menyebut pemukulannya keras, padahal tidak seperti itu. Setelah wasit mengambil keputusan, situasi kembali kondusif dan pertandingan bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Baca Juga: 71 Tim Ramaikan Turnamen Sepak Bola Kemboja Cup Ke-18, Bupati HST Lakukan Kick Off Perdana
Baca Juga: Urus KTP hingga Dokumen Hilang Kini Lebih Mudah, Pemkab HST Luncurkan 3 Inovasi Disdukcapil
Laga kemudian berakhir dengan kemenangan telak Mahbara MMC x BMC Agro Gurun Putra FC atas Putera Meratus FC dengan skor 8-0.
Kursani mengakui insiden tersebut menjadi catatan penting bagi panitia, mengingat Kemboja Cup baru kembali digelar setelah vakum selama satu tahun.
“Ini menjadi ujian kesiapan panitia dan pengamanan pada pertandingan perdana. Tentu menjadi evaluasi bagi kami agar pengamanan dan antisipasi di pertandingan berikutnya lebih maksimal,” katanya.
Ia menilai respons cepat panitia bersama aparat keamanan berhasil mencegah kericuhan berkembang menjadi lebih besar.
“Panitia dan aparat keamanan langsung sigap. Alhamdulillah semuanya bisa ditangani dengan cepat, sehingga pertandingan tetap berjalan lancar,” ucapnya.
Panitia juga meluruskan informasi yang beredar, bahwa keributan hanya melibatkan pemain di lapangan dan tidak melibatkan suporter maupun penonton.