Opini Sejarawan ULM Dr Mansyur tentang Polemik Pembongkaran Monumen Karya Misbach Tamrin di Banjarmasin
Tidak terdapat bukti bahwa desain gerbang membawa simbol PKI. Unsur bangunan justru menggambarkan kebudayaan Banjar.
Menurut Misbach, kritik keras muncul dari Ajim Ariady. Kritik itu pernah dimuat di media Banjarmasin Post.
Penunjukan Misbach dianggap tidak pantas karena riwayat politiknya. Kritik tersebut mencerminkan situasi politik Orde Baru.
Pada masa itu, mantan tahanan politik menghadapi pembatasan sosial. Mereka juga sulit memperoleh kepercayaan dalam pekerjaan publik.
Gerbang Antasari kemudian menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan. Pemerintah membutuhkan karya seni untuk identitas kota. Seniman menghadapi penilaian berdasarkan masa lalu politik.
Dari sumber lainnya di media sosial dituliskan bahwa bangunan ini tahun 1980an ramai dipermasalahkan sampai ada yang meminta dibongkar.
Alasannya, karena desainnya dibuat oleh seniman arsitek tahanan PKI dan pekerjanya juga banyak mengaryakan tahanan komunis.
Pemerintah kota berusaha meredakan kontroversi tersebut. Budi Santoso kemudian ditunjuk untuk mendampingi pekerjaan Misbach.
Ia bertugas mengawasi desain dan proses pembangunan.
Budi Santoso merupakan pelukis dan guru seni rupa. Ia mengajar di SMA Negeri 3 Banjarmasin.
Ia juga memiliki pengalaman dalam proyek seni nasional.
Budi pernah terlibat dalam pembuatan diorama Monumen Nasional. Ia juga terlibat dalam Patung Jenderal Achmad Yani. Pengalaman lainnya mencakup Monumen Pahlawan Surabaya.
Ia pernah bekerja pada Monumen Pattimura di Ambon. Ia juga terlibat dalam Monumen Trikora di Irian Jaya.
Budi pernah memimpin Keluarga Seni Rupawan Kalimantan. Keterlibatan Budi tidak langsung menghentikan kritik.
Sebagian seniman menuduhnya menerima dana besar. Ia juga dianggap bersekongkol dengan Misbach.
Tuduhan itu muncul karena keduanya pernah belajar di ASRI. Namun, mereka belum saling mengenal saat masih berkuliah.
Hubungan mereka terbentuk selama pembangunan gerbang.
Budi menghadapi posisi yang sulit. Ia harus menjalankan tugas pemerintah kota.
Ia juga harus menjawab keberatan kalangan seniman. Tekanan tersebut memengaruhi kondisi kesehatannya.
Budi sempat mengalami sakit selama proses pembangunan. Namun, pekerjaan tetap dilanjutkan hingga selesai.