Pep Guardiola Tegaskan Setia Bersama Manchester City
WARTABANJAR.COM - Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, buka suara usai Man City dinyatakan bersalah atas kasus pelanggaran aturan finansial (FPP) Liga Inggris.
Pelatih asal Spanyol tersebut memberikan bentuk dukungan pada The Citizens.
Pep Guardiola meninggalkan Manchester City pada musim lalu, setelah menyelesaikan masa baktinya selama sembilan tahun. Kini, The Citizens ditangani oleh mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca.
Dukungan Guardiola muncul, setelah Man City dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas pelanggaran aturan finansial.
“Saya ingin setiap fan @ManCity tahu bahwa saya ada di sini, lebih dari sebelumnya. Saya selalu, sejak dulu dan akan selalu berada di belakang klub saya, pemilik, CEO saya, Ferran, para pemain, staf, Enzo (Maresca), dan kalian, para suporter kami yang luar biasa. Biarkan saya memperjelas: kita akan melewati ini bersama-sama. Saya mencintai kalian semua,” ujar Pep dilansir dari akun media sosial X.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Manchester City, Ferran Soriano, telah menyampaikan pesan kepada para staf klub melalui sebuah video pada Selasa.
Dalam kesempatan tersebut, Soriano menegaskan penolakan terhadap temuan yang dikeluarkan oleh komisi independen.
Baca Juga: Wayne Rooney Dukung Manchester City Disanksi Terdegradasi ke Kasta Terendah
Baca Juga: Manchester City Manipulasi Sponsor Senilai Lebih dari Rp21 Triliun
Pep Guardiola sendiri telah menangani Manchester City sejak 2016. Selama berada di bawah kepemimpinannya, The Citizens berhasil meraih enam gelar Liga Inggris, termasuk empat trofi secara beruntun.
Selama dipegang Guardiola, Man City sukses meraih tiga Piala FA, lima Piala Liga Inggris, dan satu gelar Liga Champions.
Kasus yang kini ditangani Liga Inggris, berkaitan dengan dugaan penggunaan kontrak komersial palsu.
Kontrak tersebut disebut berkaitan dengan skema untuk meningkatkan pendapatan, sekaligus menekan nilai pengeluaran yang dilaporkan klub.
Dugaan pelanggaran itu mencakup nilai lebih dari 900 juta poundsterling (Lebih dari Rp21 triliun) dan berlangsung hampir satu dekade, tepatnya pada periode 2009 hingga 2018.