WARTABANJAR.COM - Otoritas Liga Inggris telah memvonis Manchester City bersalah atas manipulasi pendapatan klub. Salah satunya penggelembungan sponsor senilai hampir 1 miliar paun, sekitar Rp21 triliun lebih.

Seperti diberitakan sebelumnya, City dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan dari total 115 dakwaan pelanggaran finansial, yang dilakukan klub dalam rentang waktu 2009 hingga 2018.

Pelanggaran itu ditemukan Komisi Independen setelah dilakukan penyelidikan mendalam. Ada setidaknya empat pelanggaran besar yang dilakukan manajemen untuk mengakali aturan finansial di Liga Inggris.

Dari hasil penyelidikan itu, Komisi Independen menemukan adanya kesepakatan fiktif antara City dan pihak sponsor. 

Pihak sponsor dinilai cuma menanggung sebagian nilai perjanjian, sementara sisanya ditanggung Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), kelompok usaha pemilik Manchester City.

ADUG juga disebut mendanai pengaturan lain, yang membuat biaya operasional yang dicatat klub tampak lebih rendah, dibanding pengeluaran sebenarnya.

Panel turut mengidentifikasi pengaturan yang disebut sebagai 'sham circular arrangement' bersama Fordham, entitas yang membeli hak citra para pemain Manchester City. Kesepakatan itu juga dibiayai ADUG.

Baca Juga: Respons Putusan Liga Inggris, CEO Man City Sebut Proses Hukum Masih Sangat Panjang

Baca Juga: Komentar Jose Mourinho Tentang Pep Guardiola Kembali Viral Setelah Man City Dinyatakan Bersalah

Total penggelembungan nilai sponsor itu mencapai 949,9 juta paun atau sekitar Rp21,3 triliun.

Kedua, ada laporan keuangan yang nilainya dianggap tidak akurat, yang ketiga adalah melanggar batasan pengeluaran yang diterapkan Liga Inggris serta UEFA.

Yang keempat, Man City dianggap tidak kooperatif selama masa penyelidikan berlangsung.

CEO Liga Inggris Richard Masters mengakui, proses penyelidikan memang berlangsung lama, karena pihaknya harus mengumpulkan bukti secara akurat dan terperinci.

Master menegaskan, bahwa setiap klub harus mendapatkan keadilan yang sama, agar tercipta kompetisi yang kompetitif. Dia ingin menjaga integritas kompetisi itu.