Setiap struktur memiliki bentuk serta hiasan berbeda. Pilar sebelah selatan menampilkan bentuk Rumah Banjar. 

Tingginya mencapai sekitar 14 meter. Bagian puncaknya memiliki jamang khas arsitektur Banjar. 

Pilar sebelah utara menampilkan bentuk menyerupai perahu. Pada bagian tertentu terdapat tiga alu berukuran besar. Unsur tersebut merujuk kehidupan masyarakat Banjar.

Relief memanjang terdapat di belakang kedua bangunan. Relief itu menggambarkan kehidupan sosial dan budaya masyarakat. 

Unsur sungai, pekerjaan, dan aktivitas warga menjadi bagian komposisinya. Warna gerbang saat ini terdiri dari beberapa warna. Warna krem, cokelat, hitam, dan emas terlihat mendominasi. 

Namun, warna tersebut bukan warna awal bangunan. Menurut kesaksian Misbach, gerbang awalnya berwarna lebih sederhana. 

Warna abu-abu dan putih mendominasi permukaan gerbang. Pilihan itu menonjolkan bentuk serta relief bangunan.

Misbach melibatkan sekitar 20 pekerja dalam pembangunan. Sebanyak 14 orang merupakan tenaga kerja umum. 

Enam lainnya pernah menjadi tahanan politik Liang Anggang. Beberapa nama yang disebut ialah Arifin, Amin, dan Usuf. Mereka dipilih karena memiliki kemampuan kerja yang dibutuhkan. 

Pemerintah juga memperoleh tenaga ahli dengan biaya rendah. Misbach mengakui menerima upah harian yang terbatas.

Proyek tersebut bukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan besar. Namun, anggapan berbeda berkembang di kalangan seniman. 

Pembangunan gerbang menjadi proyek daerah kedua bagi Misbach. Ia bekerja dalam kondisi sosial dan politik yang sensitif. 

Status mantan tahanan politik masih membawa stigma kuat.

Kritik dan Tuduhan Politik

Penunjukan Misbach juga menimbulkan keberatan dari sebagian seniman Banjarmasin. 

Mereka mempertanyakan keputusan Pemerintah Kota Banjarmasin. Kritik tersebut disampaikan melalui media lokal. 

Sebagian pengkritik menduga Misbach menerima dana besar. Mereka juga mempersoalkan latar belakang politiknya. 

Misbach pernah dikaitkan dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat atau Lekra.

Kontroversi semakin besar setelah desain gerbang selesai dibuat. Beberapa unsur bangunan ditafsirkan sebagai simbol politik kiri. 

Reliefnya dianggap mencerminkan cita-cita komunisme. Tuduhan tersebut tidak didukung pembuktian ikonografis.