Perkuat Tata Kelola Sawit Berkelanjutan di Kalsel, BPDP dan TRIC Gelar Pelatihan Implementasi ISPO untuk Pekebun
Penerapan ISPO yang konsisten dinilai mampu memperkuat tata kelola perkebunan sawit nasional dalam beberapa aspek utama, yakni kepastian legalitas usaha, transparansi proses produksi, serta sistem ketertelusuran (traceability) dari kebun hingga ke rantai pasok hilir.
Normansyah Hidayat Syahruddin, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di acara ini mengatakan ketertelusuran tersebut menjadi semakin penting di tengah maraknya regulasi internasional yang mensyaratkan bukti asal-usul produk sawit bebas deforestasi dan bebas pelanggaran hak asasi manusia.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan ketelusuran (traceability) dalam rantai pasok kelapa sawit.
BACA JUGA: Satu Hektare Kebun Sawit di Jorong Tanah Laut Terbakar, Damkar Minta Warga Waspada
BACA JUGA: Astra Agro Lestari Siap Dampingi Petani Sawit di Tabalong
"Ketelusuran menjadi aspek penting dalam memperkuat daya saing sawit Indonesia di pasar global dan mewujudkan rantai pasok yang berkelanjutan," ujarnya.
Menjaga Keberlanjutan Sawit
Senada dengan hal tersebut, Lasiman, S.ST., M.P., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Barito Kuala, menyampaikan dukungannya terhadap pelatihan ini sebagai upaya memperkuat kompetensi pekebun swadaya di wilayahnya.
"ISPO bukan sekadar sertifikasi, tetapi kunci daya saing dan keberlanjutan sawit Indonesia. Dengan mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh, pekebun dapat meningkatkan tata kelola, pemasaran, dan nilai tambah hasil sawit di masa depan," tuturnya.
Sementara itu, drh. Suparmi, M.S., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, menambahkan bahwa perkebunan kelapa sawit rakyat menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah Kalimantan Selatan, sehingga penguatan kapasitas pekebun swadaya perlu terus didorong agar sejalan dengan kebijakan keberlanjutan yang ditetapkan pemerintah.
"Pembangunan kelapa sawit berkelanjutan dilakukan melalui peningkatan kapasitas pekebun, pemanfaatan pelatihan secara optimal, dan pengelolaan sawit serta limbahnya secara tepat. Upaya ini diharapkan dapat mendukung perolehan sertifikasi ISPO dan kemajuan industri sawit," katanya.