Dengan dampak tersebut, pengguna tidak perlu menutup aplikasi di latar belakang terus menerus dengan harapan bisa membuat baterai lebih hemat.
Kapan harus menutup aplikasi di latar belakang? Ada beberapa kondisi yang memungkinkan pengguna buat menghapus aplikasi background.
Salah satu kondisi adalah ketika aplikasi macet atau mengalami gangguan. Pengguna bisa menutupnya secara total, dan membukanya kembali untuk menyegarkan sistem aplikasi yang mengalami gangguan.
Kemudian, pengguna juga bisa menutup aplikasi yang dapat terus berjalan di latar belakang jika sudah tidak digunakan.
Aplikasi ini misalnya aplikasi peta dan navigasi yang dapat mengakses fitur GPS terus menerus.
Selain itu, pengguna juga bisa menutup aplikasi di latar belakang untuk aplikasi yang benar-benar tidak dipakai.
Tujuannya agar halaman latar belakang tidak terlalu bertumpuk aplikasi sehingga membingungkan buat dilihat. (Wartabanjar.com)







