Selain itu, lanjutnya, mereka kerap tidak melaksanakan tugas yang diberikan guru.

Menurut Rano, meski siswa jalur KKO, mereka harus tetap memperhatikan keseimbangan antara kegiatan sebagai atlet dan tugas akademik.

“Oke (mereka) siswa atlet berprestasi. Tapi kami juga punya aturan terkait tugas, absensi. Banyak hal yang pada prinsipnya harus seimbang,” ucapnya.

Sementara sejumlah orangtua siswa atlet mempertanyakan kebijakan dan dispensasi dari sekolah.

Pasalnya, selain aktivitas belajar mengajar di sekolah, anak-anak mereka juga sering harus mengikuti latihan, apalagi bila ada kejuaraan.

“Kalau seperti ini jadi percuma mendaftar ke sekolah melalui jalur kelas olahraga. Tidak ada bedanya dengan siswa reguler. Karena itu anak saya pindah ke sekolah lain yang juga memiliki KKO,” tegas salah seorang orangtua siswa. (wartabanjar.com/yohanes)