Di bawah asuhan pelatih Simone Inzaghi, Al-Hilal menyodorkan draf kontrak jangka panjang berdurasi hingga 2031. Dengan bayaran gaji bersih mencapai EUR16 juta, atau setara Rp326 miliar, per musim.
Angka tersebut melonjak berkali-kali lipat dibandingkan kesepakatan personal yang sempat disetujui Summerville bersama manejemen Roma. Klub ibu kota itu menawarkan gaji “hanya” EUR4,5 juta, atau setara Rp91 miliar per tahun.
Keputusan West Ham untuk melepas aset berharganya ini juga dipicu oleh situasi internal klub yang baru saja terlempar dari Premier League, dan terdegradasi ke kompetisi Championship pada akhir musim lalu.
Kehilangan panggung utama di Liga Inggris, memaksa manajemen The Hammers melakukan cuci gudang besar-besaran demi menyeimbangkan neraca finansial klub.
Penjualan murni Crysencio Summerville membuat West Ham berhasil mengantongi dana segar yang luar biasa besar. Sangat berharga untuk membangun ulang skuad mereka di kompetisi kasta kedua.
Sebelum menerima pinangan dari Riyadh, nama Crysencio Summerville sebenarnya sempat masuk ke dalam daftar belanja tim-tim besar Premier League, Manchester United dan Aston Villa yanfg dikabarkan meminatinya.
Kendati demikian, ketertarikan dari klub-klub Inggris tersebut tidak pernah berlanjut ke tahap negosiasi serius, karena rumitnya alokasi anggaran belanja mereka.
Al-Hilal sendiri mengalihkan fokus penuh kepada Summerville, setelah upaya mereka membajak penyerang sayap Barcelona, Raphinha, menemui jalan buntu. Pemain asal Brasil itu yang menolak meninggalkan kompetisi Eropa.







