Nah, Claude Fable 5 justru menemukan sebuah fungsi yang memenuhi syarat Jacobian, tetapi tidak dapat dibalik, karena tiga masukan berbeda menghasilkan keluaran yang sama.
Jika beberapa masukan menghasilkan keluaran identik, sebagaimana dirangkum Coindesk, maka fungsi tersebut tidak mungkin dijalankan secara terbalik.
Satu contoh tandingan seperti ini dianggap sudah cukup untuk membuktikan, bahwa dugaan tersebut keliru.
Meski ditemukan oleh AI, hasil tersebut tidak langsung diterima begitu saja.
Menurut Alpoge, bukti yang dihasilkan Claude Fable 5 dapat diperiksa menggunakan metode matematika lain yang sudah konvensional.
Sehingga, matematikawan lain dapat memverifikasi hasilnya secara independen.
Adapun pencapaian yang diumbar Aploge ini dinilai menjadi salah satu contoh terbaru, bahwa AI mulai mampu berkontribusi dalam penelitian ilmiah tingkat tinggi.
Dengan kata lain, peran AI tidak lagi terbatas pada menghasilkan teks atau kode program, tetapi juga membantu menemukan ide matematika baru, yang kemudian dapat diuji dan dibuktikan oleh para peneliti. (Wartabanjar.com)







