Menurutnya, SDN 2 Lokbatu berada di kawasan yang tergolong terpencil dan hanya melayani satu RT yang lokasinya terpisah beberapa kilometer dari RT lainnya di desa tersebut. Sementara wilayah RT lain telah memiliki sekolah dasar.

"Keberadaan SDN 2 Lokbatu tetap diperlukan dari sisi pemerataan layanan pendidikan dan akses, terutama untuk mencegah munculnya Anak Tidak Sekolah (ATS)," katanya.

Agus menambahkan, jumlah murid di SDN 2 Lokbatu bersifat fluktuatif. Pada tahun sebelumnya, sekolah tersebut masih menerima peserta didik dalam jumlah yang lebih banyak.

Ia juga menyebut berkurangnya anak usia sekolah di wilayah itu dipengaruhi perpindahan penduduk usia produktif yang menetap ke daerah lain.

Meski demikian, Dinas Pendidikan Tabalong berharap sekolah tetap memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, sehingga masyarakat tetap percaya menyekolahkan anak-anaknya di SDN 2 Lokbatu. (wartabanjar.com/Suhardi)