Sulitnya mencapai sejumlah titik membuat petugas mempertimbangkan arah pergerakan api dari area yang masih dapat dijangkau.
“Pilihannya mencari jalan sampai ke titik api atau menunggu. Pilihan yang kami ambil saat itu adalah menunggu pergerakan api karena akses sampai ke titiknya susah,” ucap Harun.
Di luar kendala akses, luas area terdampak juga belum dapat dihitung secara pasti hanya melalui pemantauan dari permukaan.
“Kalau luasan belum bisa dipastikan karena memerlukan foto udara. Perkiraan kami sekitar dua sampai tiga hektare,” jelasnya.
Saat ditanya apakah terdapat permukiman maupun kebun warga yang terdampak kebakaran tersebut, Harun menyebut belum menerima laporan mengenai hal itu.
“Sampai saat ini belum ada kabar. Di sana vegetasinya galam dan gambut, tetapi sebagian sudah dimanfaatkan warga untuk kebun,” bebernya.
Meski begitu, upaya penanganan agar rambatan api tidak berkembang menuju kawasan yang dimanfaatkan warga.
“Itu yang kami jaga, jangan sampai kena rumah dan jangan sampai kena kebun,” tutup Harun. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







