WARTABANJAR.COM, TANJUNG– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tabalong menggelar pelatihan pemutakhiran data pendidik dan tenaga kependidikan pada aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekaligus pembekalan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas data pendidik serta mempersiapkan guru dalam mengikuti program profesi.

Pelatihan yang berlangsung pada 7–9 Juli 2026 di Auditorium Ashabul Kahfi tersebut diikuti 200 peserta yang terdiri dari operator sekolah dan guru jenjang PAUD, SD, hingga SMP se-Kabupaten Tabalong.

Kepala Disdikbud Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan operator sekolah dalam melakukan pemutakhiran data Dapodik secara akurat.

Di sisi lain, para guru juga mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan dan mekanisme pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru.

Menurut Judid, data Dapodik memiliki peran strategis karena menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan dan layanan pendidikan, sehingga keakuratan data harus terus dijaga.

"Data Dapodik sangat penting bagi sekolah untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana. Bagi siswa, memastikan setiap peserta didik tercatat secara valid agar berhak menerima bantuan pendidikan dan layanan sekolah lanjutan. Sedangkan bagi guru, menjadi syarat utama untuk sertifikasi, memperoleh tunjangan profesi guru, serta pemetaan jam mengajar," ujar Judid, Sabtu (11/7/2026).

Ia menegaskan, pemutakhiran data Dapodik bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, melainkan menjadi fondasi bagi perencanaan pendidikan yang tepat sasaran, mulai dari pemenuhan kebutuhan sekolah, perlindungan hak peserta didik, hingga pengembangan karier tenaga pendidik.

BACA JUGA: Lomba Hari Guru Nasional, Ajak Guru SMP Tabalong Berinovasi Dalam Pendidikan

BACA JUGA: Disdik Tabalong Prioritaskan Pembangunan RKB dan Rehab TK pada 2026

Melalui kegiatan ini, Disdikbud Tabalong berharap kualitas dan validitas data Dapodik di seluruh satuan pendidikan semakin meningkat.

Selain mendukung penyusunan kebijakan berbasis data, pelatihan tersebut juga diharapkan membantu para guru lebih siap mengikuti Pendidikan Profesi Guru, memenuhi persyaratan sertifikasi, dan memperoleh tunjangan profesi. (wartabanjar.com/Suhardi)

Editor: Yayu