Karena itu, ia meminta jajaran Kementerian Haji dan Umrah di daerah memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit agar proses pemeriksaan kesehatan menghasilkan pemetaan risiko yang akurat, bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi.

Menteri Haji dan Umrah RI juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Seluruh temuan, akan dievaluasi secara menyeluruh dan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Kementerian Haji dan Umrah adalah kementerian baru yang mendapat amanah besar dari Presiden untuk bekerja secara profesional, bersih, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran. Karena itu, saya meminta seluruh jajaran menjaga integritas dan tidak memberikan ruang bagi praktik-praktik yang mencederai pelayanan kepada jamaah,” tegas Irfan Yusuf. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)

Editor Restu