Menteri Haji dan Umrah Sebut Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin 70 Persen Risiko Tinggi

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas. Insya Allah penyelenggaraan haji tahun ini menjadi salah satu yang terbaik berkat dedikasi dan kerja keras Bapak dan Ibu sekalian,” katanya.

Meski demikian, Irfan Yusuf mengingatkan masih tingginya jumlah jamaah kategori risiko tinggi.

Dari data Embarkasi Banjarmasin tercatat sekitar 4.580 jemaah atau hampir 70 persen merupakan jemaah risiko tinggi.

Selain itu, masih terdapat jemaah yang wafat di Arab Saudi akibat gangguan pernapasan, infeksi, serta penyakit jantung.

Karena itu, ia meminta jajaran Kementerian Haji dan Umrah di daerah memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit agar proses pemeriksaan kesehatan menghasilkan pemetaan risiko yang akurat, bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi.

Menteri Haji dan Umrah RI juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Seluruh temuan, akan dievaluasi secara menyeluruh dan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Kementerian Haji dan Umrah adalah kementerian baru yang mendapat amanah besar dari Presiden untuk bekerja secara profesional, bersih, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran. Karena itu, saya meminta seluruh jajaran menjaga integritas dan tidak memberikan ruang bagi praktik-praktik yang mencederai pelayanan kepada jamaah,” tegas Irfan Yusuf. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)