“Saya rutin berkomunikasi dengan Pio dan Federico Dimarco. Federico sudah seperti kakak laki-laki bagi saya, kami mengobrol hampir setiap hari dan memiliki ikatan yang sangat spesial. Sementara dengan Pio, kami sudah bermain bersama sejak di tim Under-12, jadi dia pun sudah seperti saudara bagi saya,” urainya.

Menutup sesi perkenalannya, Stankovic melemparkan pesan hangat kepada Interisti.

Dia sudah tidak sabar untuk segera merumput di San Siro dan merasakan atmosfer stadion langsung dari dalam lapangan, bukan lagi sebagai penonton di tribun seperti yang sering dilakukannya dahulu.

Dia bertekad memberikan performa terbaik demi mendengar suporter setianya menyanyikan yel-yel namanya di stadion. (Wartabanjar.com)