Dall’Igna mengakui, putaran awal musim ini sulit bagi timnya.
“Bagian pertama musim ini sedikit lebih rumit dari biasanya, tetapi itu bagian dari permainan. Saya pikir ada tim yang datang ke balapan pertama dengan persiapan yang lebih baik, baik dari segi motor maupun performa pembalapnya,” kata Dall’Igna dikutip dari Motosan, Selasa (07/07/2026).
Pria asal Italia itu mengatakan, Ducati perlu improvisasi besar untuk mengejar Aprilia. Meski demikian, ia yakin mengejar tim asal Noale itu bukan merupakan kemustahilan.
“Kami belum mencapai 100 persen, kami perlu melakukan beberapa pekerjaan, membuat beberapa penyesuaian. Tetapi kami sudah dekat, dan dalam beberapa kasus, kami telah menang dengan telak,” ungkap Dall’Igna.
“Kami sudah setengah musim, kejuaraan masih panjang, dan kami ingin melakukan segala yang mungkin untuk memenangkannya,” imbuh mantan teknisi di Aprilia tersebut.
Menurut Dall’Igna, kebangkitan Aprilia tak membuat Ducati khawatir. Sebaliknya, ini menjadi motivasi besar untuk berjuang lebih keras lagi, hingga MotoGP 2026 resmi dinyatakan selesai.
“Itu tidak membuat saya takut, tidak membuat saya khawatir. Tetapi itu justru memberi saya lebih banyak motivasi untuk bekerja, untuk mendorong tim saya bekerja lebih keras,” kata Dall’Igna.
“Dalam upaya mengejar kami oleh para rival, konsesi telah memainkan peran penting. Tetapi jika tim lain telah mencapai kemajuan yang lebih besar daripada kami, itu wajar setelah bertahun-tahun mendominasi,” imbuhnya.







