Tim Gabungan Tanah Laut Gelar Patroli Malam Antisipasi Praktik Destructive Fishing di Tiga Desa
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Tim gabungan Kabupaten Tanah Laut menggelar patroli bersama pengawasan sumber daya perikanan, untuk memberantas praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak lingkungan (destructive fishing).
Patroli dilakukan di wilayah perairan darat Desa Ujung Batu dan Desa Panjaratan di Kecamatan Pelaihari, serta Desa Ranggang (Kecamatan Takisung), Senin (06/07/2026) malam.
Langkah preventif ini diambil guna melindungi ekosistem air dan populasi ikan lokal dari kepunahan.
Operasi terpadu yang dimulai sejak pukul 21.00 Wita tersebut melibatkan sinergi dari berbagai instansi penting.
Di antaranya adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tanah Laut, Satpol PP dan Damkar Tanah Laut, serta Satpolairud Polres Tanah Laut.
Petugas menyisir area-area krusial yang dinilai rawan menjadi lokasi pelanggaran. Di wilayah perairan darat, ancaman terbesar terhadap populasi ikan bukan sekadar masalah perizinan, melainkan metode penangkapan yang tidak ramah lingkungan dan merusak ekosistem secara permanen.
Kasi Pengamanan Satpol PP dan Damkar Tanah Laut, Rachel H Simanjuntak, yang ikut mengawal jalannya operasi, menegaskan komitmen petugas dalam menjaga kelestarian perairan ini.
Baca Juga: Wakil Bupati Tanah Laut Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk Percepat Penurunan Stunting
Baca Juga: Pemkab Tanah Laut Dorong PPID dan SP4N-LAPOR Tingkatkan Kecepatan Respons Pengaduan Publik
"Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada aktivitas penyetruman, peracunan, maupun pengeboman ikan demi menjaga keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat," ujarnya.
Selama patroli berlangsung, tim gabungan secara aktif mengimbau warga agar menghindari tiga metode berbahaya yang sering ditemukan di lapangan, yaitu penyetruman (electro fishing), peracunan (poisoning) menggunakan bahan kimia seperti potas atau akar tuba, hingga penggunaan bom rakitan skala kecil di lubuk sungai atau danau.
Selain melakukan pengawasan fisik secara ketat, petugas juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi langsung kepada nelayan tradisional dan warga sekitar yang ditemui.
Melalui peningkatan kesadaran masyarakat ini, kelestarian perairan darat di Tanah Laut diharapkan dapat terus terjaga demi masa depan generasi mendatang. (Wartabanjar.com/Gazali)