Keuntungan dari penjualan Theo Hernandez dan Malick Thiaw masuk dalam pembukuan tahun ini. Sementara itu, dana segar dari pelepasan Tijjani Reijnders sudah dihitung pada laporan keuangan tahun sebelumnya.

Strategi transfer seperti ini tampaknya masih harus dipertahankan Milan, jika mereka kembali gagal kembali ke habitat asli mereka di Liga Champions musim depan.

Beban keuangan klub makin terasa berat karena manajemen harus menyisihkan dana sekitar Rp227,5 miliar (13 juta euro) untuk membayar kompensasi pemecatan.

Uang tersebut dialokasikan bagi mantan CEO Giorgio Furlani dan mantan Direktur Olahraga Igli Tare, yang dipaksa angkat kaki dari San Siro.

Menariknya, Milan tidak perlu membayar pesangon untuk Massimiliano Allegri, karena dia telah sepakat mengakhiri kontrak lebih awal sebelum akhirnya resmi menukangi Napoli.

Meski angka kerugian ini terlihat mengkhawatirkan, kondisi keuangan AC Milan sebenarnya masih berada dalam kategori aman.

Dengan ekuitas bersih positif yang mencapai Rp3,48 triliun (199 juta euro), defisit anggaran musim ini dipastikan bakal terserap sepenuhnya tanpa mengganggu stabilitas finansial klub yang tetap kukuh.

Selain itu, ada angin segar yang membuat pihak manajemen merasa optimistis menatap musim-musim ke depan, yaitu langkah strategis klub untuk membeli Stadion San Siro beserta lahan di sekitarnya, sukses menghapus beban sewa tahunan yang selama ini mencapai Rp87,5 miliar (5 juta euro).

Kepemilikan penuh atas stadion ini diproyeksikan bakal mendongkrak pendapatan dari tiket pertandingan secara signifikan, pada laporan keuangan mendatang. (Wartabanjar.com)