WARTABANJAR.COM, PARINGIN - Pelanggaran lalukntas sering terjadi di Bundaran Simpang Empat Kota Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan kerap diterobos pengendara.

Fenomena ini ternyata bukan semata-mata dipicu rendahnya kesadaran pengendara.

Kondisi rambu dan penunjuk arah yang dinilai belum jelas juga disebut menjadi salah satu penyebab banyak pengendara salah mengambil jalur.

Setiawan, warga Desa Paran, mengaku sering merasa bingung saat melintasi kawasan bundaran tersebut, terutama bagi pengguna jalan yang jarang melintas.

"Jujur saja, kadang kita bingung mana jalur satu arah yang pasti, apalagi bagi orang yang jarang lewat situ," ujarnya, Jum’at (3/7/2026).

Baca Juga Keutamaan Surat At-Taubah 128-129, Mudahkan Segala Hajat

Baca Juga Warga Kalsel dan Kalteng Terdampak Pemadaman Listrik Bisa Dapat Diskon

Keluhan itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balangan, Musa Abdullah. Ia mengakui kondisi rambu lalu lintas di sekitar bundaran masih berpotensi membingungkan pengguna jalan.

"Memang kondisi rambunya saat ini masih membingungkan. Ini yang sering memicu terjadinya pelanggaran menerobos arus, khususnya di sekitar bundaran. Rambu yang kurang jelas ini menjadi catatan kami untuk segera dibenahi dan dipertegas," kata Musa.

Menurutnya, Dishub akan segera melakukan survei lapangan untuk mengevaluasi rambu-rambu yang dinilai kurang efektif sebelum dilakukan pemasangan maupun pembenahan sesuai skala prioritas.

Selain persoalan arus lalu lintas, Dishub juga menyoroti parkir liar truk angkutan berat di sekitar Majelis Nurul Muhibbin yang menggunakan bahu jalan.

Kondisi tersebut telah masuk dalam daftar pengawasan dan akan menjadi bagian dari upaya penataan lalu lintas.

Musa mengatakan edukasi kepada masyarakat akan terus diperkuat melalui berbagai media, mulai dari videotron, siaran radio, hingga penyampaian imbauan menggunakan pengeras suara di sejumlah titik strategis.

"Edukasi akan kami gencarkan lebih masif. Rambu yang masih kurang atau membingungkan akan segera kami survei ke lapangan dan ditindaklanjuti pemasangannya sesuai prioritas," tegasnya.