Baca Juga: Pembelian Matheus Fernandes Pecahkan Rekor Tottenham, United Harus Gigit Jari
Terakhir adalah klub Nottingham Forest yang diwajibkan membayar denda sebesar 2,5 juta euro (Rp43,9 miliar).
Laporan menunjukkan bahwa keempat klub itu telah mencoba menyeimbangkan neraca keuangan dengan menjual infrastruktur, kepada perusahaan yang terkait langsung atau menjual pemain ke tim afiliasi.
Praktik ini sebelumnya diizinkan di bawah aturan Liga Primer Inggris, namun dilarang keras oleh regulasi UEFA.
Chelsea, misalnya, menjual Mathis Amougou ke klub saudara mereka, Strasbourg, senilai 12 juta pound sterling.
Sementara itu, Aston Villa melakukan langkah tidak biasa dengan menjual tim putri mereka.
Newcastle juga mencatatkan keuntungan sebesar 34,7 juta pound sterling setelah menjual hak sewa Stadion St James’ Park dan lahan di sekitarnya kepada PZ Holdings Limited, yang merupakan anak perusahaan pemilik klub.
Strasbourg sendiri, yang berada di bawah payung operasional BlueCo bersama Chelsea, turut didenda 25 juta euro oleh UEFA, karena melaporkan rasio biaya skuad di atas ambang batas 70 persen.
Situasi ini menyoroti tantangan besar bagi klub-klub Inggris dalam mematuhi dua set aturan yang berbeda.
UEFA telah memperketat batas biaya skuad dari 80 persen menjadi 70 persen dari pendapatan klub sejak musim lalu.
Di sisi lain, Liga Primer Inggris baru saja memperkenalkan variasi batas biaya skuad sendiri.







