UEFA Sanksi Empat Klub Liga Inggris Terkait Pelanggaran Finansial
WARTABANJAR.COM - Badan sepak bola Eropa, UEFA, menjatuhkan sanksi denda berat kepada empat klub Liga Inggris akibat pelanggaran signifikan terhadap aturan biaya skuad (squad-cost rule) untuk 2025.
Salah satunya adalah klub Aston Villa yang dikenakan denda sebesar 22,5 juta euro (sekitar Rp395 miliar).
Selain denda finansial, klub berjuluk The Villans tersebut juga menghadapi pembatasan pendaftaran pemain baru, dalam daftar skuad mereka untuk kompetisi Liga Champions musim depan.
Dari total denda tersebut, sebesar 15 juta euro (Rp263 miliar) ditangguhkan, dengan syarat klub harus terus menurunkan rasio biaya skuad mereka secara signifikan pada 2026.
Hukuman ini merupakan kelanjutan dari sanksi serupa yang diterima Villa pada Juli 2025, saat itu mereka didenda 11 juta euro dengan tambahan 15 juta euro yang bersifat kondisional selama periode tiga tahun.
Selain Aston Villa, tiga klub lainnya juga dijatuhi hukuman serupa, yaitu Chelsea dikenakan denda 3 juta euro (Rp52,7 miliar), dengan 2 juta euro di antaranya ditangguhkan.
Juga klub Newcastle United yang didenda 3 juta euro untuk pelanggaran biaya skuad.
Selain itu, The Magpies harus membayar denda tambahan sebesar 10 juta euro (Rp175 miliar) terkait ambang batas pendapatan sepak bola (football earnings threshold), dengan 7 juta euro ditangguhkan selama tiga tahun.
Baca Juga: Goncalo Ramos Resmi Mendarat di AC Milan, Diharapkan Jadi Penyerang Tersubur di Liga Italia
Baca Juga: Pembelian Matheus Fernandes Pecahkan Rekor Tottenham, United Harus Gigit Jari
Terakhir adalah klub Nottingham Forest yang diwajibkan membayar denda sebesar 2,5 juta euro (Rp43,9 miliar).
Laporan menunjukkan bahwa keempat klub itu telah mencoba menyeimbangkan neraca keuangan dengan menjual infrastruktur, kepada perusahaan yang terkait langsung atau menjual pemain ke tim afiliasi.
Praktik ini sebelumnya diizinkan di bawah aturan Liga Primer Inggris, namun dilarang keras oleh regulasi UEFA.
Chelsea, misalnya, menjual Mathis Amougou ke klub saudara mereka, Strasbourg, senilai 12 juta pound sterling.
Sementara itu, Aston Villa melakukan langkah tidak biasa dengan menjual tim putri mereka.