Newcastle juga mencatatkan keuntungan sebesar 34,7 juta pound sterling setelah menjual hak sewa Stadion St James' Park dan lahan di sekitarnya kepada PZ Holdings Limited, yang merupakan anak perusahaan pemilik klub.

Strasbourg sendiri, yang berada di bawah payung operasional BlueCo bersama Chelsea, turut didenda 25 juta euro oleh UEFA, karena melaporkan rasio biaya skuad di atas ambang batas 70 persen.

Situasi ini menyoroti tantangan besar bagi klub-klub Inggris dalam mematuhi dua set aturan yang berbeda.

UEFA telah memperketat batas biaya skuad dari 80 persen menjadi 70 persen dari pendapatan klub sejak musim lalu.

Di sisi lain, Liga Primer Inggris baru saja memperkenalkan variasi batas biaya skuad sendiri.

Klub-klub yang berlaga di kompetisi Eropa wajib mematuhi batas 70 persen dari UEFA, sementara 11 klub Liga Primer lainnya diizinkan membelanjakan hingga 85 persen, dari pendapatan mereka untuk staf pemain dan manajer.

Kebijakan domestik ini bertujuan menjaga keseimbangan kompetitif bagi tim, yang tidak mendapatkan pemasukan dari kompetisi Eropa.

Meskipun Chelsea dan Newcastle tidak berlaga di kompetisi Eropa musim depan, mereka tetap diwajibkan mematuhi regulasi UEFA, karena masih berada dalam periode penyelesaian (settlement period) atas pelanggaran sebelumnya. (Wartabanjar.com)