Kisah Pilu Dewi Fitriani Disambar "Mobil Besar" Saat Menyapu Jalan, Tinggalkan Anak Peraih Beasiswa
Hairil disebut sempat mendengar suara benturan sebelum menemukan korban sudah tergeletak.
Dewi Tumpuan Keluarga
Di balik rompi kuning yang dikenakannya setiap hari, Dewi Fitriani adalah seorang ibu yang menjadi tumpuan keluarga.
Ia meninggalkan tiga orang anak. Dua anaknya sedang menempuh pendidikan di Jakarta melalui jalur beasiswa, sementara anak bungsunya baru menyusul kakak-kakaknya untuk belajar di kota yang sama.
Kepergian Dewi bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan sesama petugas kebersihan yang setiap hari bekerja membersihkan jalan-jalan Kota Banjarmasin saat sebagian besar warga masih terlelap.
Plh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul RK Siregar, mengatakan penyelidikan terus berlangsung.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan berhasil mengidentifikasi kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.
"Saat ini kami sudah mengidentifikasi mobilnya. Sekarang kami sedang menelusuri keberadaan mobil beserta pengemudinya," ujar Timbul.
Pengejaran dilakukan secara terpadu oleh personel Satlantas bersama Satreskrim Polresta Banjarmasin.
"Kami sudah mengidentifikasi pelakunya, tinggal menjemputnya," tegasnya, sembari mengimbau pengemudi yang diduga terlibat segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab.
Sementara, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin, Marzuki, berharap kasus ini dapat segera terungkap.
DLH menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan berharap penyelidikan dapat mengungkap penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa salah satu petugasnya.
Marzuki mengatakan, pihaknya langsung bergerak memberikan pendampingan terhadap korban, mulai dari tempat kejadian perkara (TKP) hingga proses evakuasi ke RSUD Ulin Banjarmasin.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa duka cita, DLH Kota Banjarmasin juga menyerahkan tali asih dan santunan kepada pihak keluarga.
Peristiwa yang menimpa Dewi Fitriani seakan menjadi pengingat bahwa petugas kebersihan merupakan garda terdepan yang bekerja ketika jalan raya masih lengang.
Mereka membersihkan kota sejak dini hari agar masyarakat dapat menikmati lingkungan yang bersih setiap pagi.
Di saat sebagian orang masih beristirahat, mereka telah berada di tepi jalan, menghadapi risiko lalu lintas yang tidak sedikit.