"Inilah balapan, dan terkadang situasi seperti ini terjadi. Kami kecewa, tetapi kami harus belajar dari kesalahan kami dan kembali lebih kuat di balapan berikutnya di Jerman," tegasnya.

Masih berdasar rilis Honda Team Asia, Veda Ega mengaku sangat kecewa dengan hasil itu.

"Balapan hari ini adalah bencana karena saya tidak bisa menyelesaikannya, jadi saya sangat kecewa. Setelah akhir pekan yang begitu baik dan dengan perasaan yang begitu bagus, sulit untuk menerima hasil ini," ujarnya.

"Tetapi saya juga mengambil sisi positifnya karena perasaan dengan motor sangat bagus. Saya mampu bertarung dengan para pemimpin, berjuang untuk posisi depan dan menunjukkan potensi saya," lanjut pembalap berusia 17 tahun ini.

Akibat kegagalan di Sirkuit Assen ini, posisi Veda Ega di klasemen Moto3 2026 melorot satu tingkat menjadi peringkat 7.

Posisinya di ranking 6 diambil alih pesaingnya, Hakim Danish dari Malaysia.

Namun, poin Veda Ega dan Hakim Danish sama yakni 82.

Pada balapan kemarin, Hakim Danish finish di urutan 10, tetapi karena ada pembalap di atasnya terkena penalty track limit, posisinya menjadi ke-7 dan mendapat tambahan 9 poin.

Ajang Moto3 Belanda 2026 kemarin juga makin mengokohkan Maximo Quiles sebagai calon juara Moto3 2026.

Sebagai pemuncak klasemen, Maximo Quiles telah mengoleksi 211 poin, atau unggul 90 poin di atas peringkat kedua, Alvaro Carpe. (wartabanjar.com/sud)