Baca Juga: Kemenhaj Kalsel Sebut Masih Ada 3 Kloter Jemaah Haji 2026 Debarkasi Banjarmasin di Madinah
Latihan ini dipersiapkan agar para operator muda ini mahir mengoperasikan unit Off Highway Truck (OHT) CAT 773 berkapasitas 60 ton sesuai prosedur. ADOP juga dirancang untuk membentuk Operator Juara, yaitu operator yang produktif, disiplin, serta berorientasi keselamatan.
Direktur CK Roni Setyawan mengatakan, ADOP bukan sekadar pelatihan operator alat berat, tetapi merupakan upaya nyata untuk membuka peluang kerja, meningkatkan kompetensi masyarakat lokal, serta mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia industri yang semakin kompetitif. Kecakapan teknis operator tambang harus selalu diimbangi dengan kedisiplinan dan penguasaan diri yang prima.
“Melalui integrasi Program ADOP dengan Bintalfisdis dan Bela Negara, kami ingin memastikan setiap operator tidak hanya ahli dan cekatan mengendalikan alat berat, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh dan kesadaran penuh akan keselamatan kerja. Disiplin tinggi adalah kunci utama untuk mencegah kelalaian sekecil apa pun di area tambang, sehingga target zero fatality dapat terwujud,” ujar Roni.
Pelatihan berdurasi 10 hari ini dirancang untuk membentuk fondasi karakter yang kokoh. Para peserta diajak memahami bahwa penerapan kedisiplinan yang ketat ala militer merupakan investasi karier. Melalui gemblengan ini, para lulusan Bintalfisdis didorong untuk menjadi role model dalam penerapan budaya disiplin operasional di lingkungan perusahaan.













