Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa awal terjadi pada kedalaman sekitar 21 kilometer, diikuti gempa berkekuatan lebih besar, yakni magnitudo 7,5, pada kedalaman 10 kilometer kurang dari dua menit kemudian.

Dampaknya terasa luas, yaitu sejumlah bangunan dilaporkan runtuh dan rusak, sementara warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, menggambarkan situasi tersebut sebagai kondisi yang mengkhawatirkan.

"Kami meminta masyarakat tetap berada di luar ruangan jika gempa susulan terjadi dan berpotensi menimbulkan kerusakan tambahan pada bangunan," ujarnya.

Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat (AS) sempat mengeluarkan peringatan bahwa gelombang tsunami berbahaya berpotensi terjadi di wilayah pesisir dalam radius 300 kilometer dari pusat gempa.

Wilayah Puerto Rico dan Kepulauan Virgin termasuk dalam area yang dipantau.

Di sisi lain, beberapa fasilitas energi penting Venezuela, termasuk kilang minyak besar di wilayah Montalban yang berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat gempa, juga berada di area terdampak.

Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengonfirmasi adanya korban jiwa dan menetapkan status darurat.

Pemerintah setempat mengerahkan ratusan petugas penyelamat untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Sementara itu, seorang warga Caracas yang pernah mengalami gempa besar pada 1967 mengatakan bahwa gempa kali ini merupakan yang paling mengerikan yang pernah ia rasakan.

Warga lain yang berhasil keluar dari bangunan yang rusak menggambarkan suasana pascagempa sebagai "seperti film horor."

Gempa Jepang Saat Jam Sibuk

Jepang juga dilanda gempa bumi.

Kejadian itu terjadi saat jam sibuk pagi waktu setempat, sekitar 30 menit setelah gempa besar di Venezuela.

Gempa yang menggoyang tanah Negeri Sakura ini berkekuatan magnitudo 6,9 di lepas pantai Prefektur Iwate, wilayah utara Jepang.

Menurut USGS, gempa terjadi pada kedalaman sekitar 51 kilometer.

Gempa dipicu oleh mekanisme sesar naik akibat aktivitas subduksi lempeng tektonik yang memang umum terjadi di kawasan Jepang.

Guncangan mencapai intensitas VI Modified Mercalli Intensity (MMI), yang dapat membuat orang kesulitan berdiri serta menyebabkan benda-benda di dalam rumah berjatuhan.