"sering saya sampaikan bahwa narkotika ini masuknya dari setiap lini. Apalagi dengan digitalisasi saat ini, siapa pun bisa akses, bisa langsung bertransaksilah dengan pihak mana pun tanpa ada batas. Sehingga kami mengimbau pada orang tua, pada siapa pun, pada lembaga pendidikan untuk terus mengingatkan," kata Rahmat.

Pihak pemerintah daerah mengingatkan kembali bahwa ancaman ini nyata dan bisa masuk langsung ke lingkungan terkecil dalam keluarga tanpa disadari oleh para orang tua.

"bahwa ya bahaya narkotika ini bisa langsung masuk ke kamar-kamar anak-anak kita. Mari kita untuk menjaga karena untuk majunya sumber daya manusia kita ke depan, menuju Indonesia Emas, sejak sekarang kita harus bisa menciptakan sumber daya manusia yang cerdas, melalui apa? Ya, kita harus tolak," tegas Rahmat.

Kerja sama lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam membentengi generasi muda dari ancaman zat adiktif demi membangun sumber daya manusia yang cerdas dan kompeten.

"Saya pikir itu, semua pihak harus bekerja sama, bukan hanya aparat penegak hukum, bukan pemerintah saja, tapi semua ya, kepada seluruh masyarakat, para orang tua terutama, kepada lembaga-lembaga pendidikan untuk mengimbau bahayanya narkotika seperti apa," pungkas Rahmat.

Agenda kunjungan kerja dan peninjauan ini juga dihadiri oleh Kepala BNNK Tanah Laut Ferey Hidayat R, Asisten I Akhmad Hairin, dan SKPD Lainnya serta dinas terkait. (WARTABANJAR.Com/Gazali/*).

Editor Restu