"Mudah-mudahan dengan dukungan Pak Bupati, kita bisa nanti segera mengoperasionalkan panti rehab ini sehingga bagi masyarakat yang mungkin nanti ada yang perlu rehab, bisa masuk ke sini tanpa memikirkan biaya. Itu salah satu keuntungannya kalau panti rehab sudah dimasukkan ke BNN," tambah Asep.

Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah wujud penanganan persoalan narkotika secara menyeluruh. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyeimbangkan antara tindakan hukum yang tegas dan upaya pemulihan sosial bagi para korban.

"Hari ini saya bersama Kepala BNN Provinsi Kalsel melihat satu tempat Napza istilahnya, tempat rehabilitasi bagi saudara-saudara kita yang terkena bahaya narkotika. Ini salah satu wujud komitmen kami di Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, bagaimana caranya untuk bukan hanya kita sifatnya penindakan dan memberantas saja," jelas Rahmat.

Rahmat menambahkan bahwa penanganan rehabilitasi menjadi fokus utama guna menyelamatkan warga yang telanjur menjadi korban ketergantungan obat-obatan terlarang tersebut.

"tapi bagaimana kita mengatasi kawan-kawan kita yang sudah terkena dampak dari bahaya narkotika ini dalam bentuk rehabilitasi. Nah, semoga ini segera kita hibahkan kepada BNN Provinsi, yaitu melalui nanti BNN Kabupaten Tanah Laut sehingga bisa digunakan secara maksimal," papar Rahmat.

Proses hibah ini nantinya akan dialirkan dari jajaran pemerintah kabupaten menuju BNN Provinsi Kalimantan Selatan melalui perantara BNN Kabupaten Tanah Laut.

Pemerintah daerah juga berjanji akan terus melengkapi sarana penunjang operasional balai tersebut secara bertahap.
"dan kita lengkapi secara bertahap apa-apa yang menjadi kebutuhan dasar untuk pengoperasionalan Napza ini, atau tempat rehabilitasi bagi saudara-saudara kita yang terkena dampak narkotika. Secara umumnya seperti itu ya," imbuhnya.

Selain fokus pada infrastruktur pemulihan, Rahmat turut menyoroti dampak digitalisasi yang mempermudah akses peredaran gelap narkotika hingga menjangkau ruang privat anak-anak. Rahmat mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya institusi pendidikan dan para orang tua, untuk memperketat pengawasan.