Ketua Dekranasda Tanah Bumbu Dorong Inovasi dan Promosi Digital Produk Lokal
Melalui partisipasi dalam workshop ini, Dekranasda Kabupaten Tanah Bumbu berharap dapat terus memperkuat kapasitas pelaku usaha kerajinan, memperluas jejaring kemitraan, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk unggulan daerah di era ekonomi kreatif.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kalimantan Selatan, Fathul Jannah melalui Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya workshop, khususnya Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pemberdayaan dan pengembangan industri kerajinan di Banua.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, Bank Indonesia, dan OJK menjadi modal penting dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha kerajinan agar semakin maju dan memiliki daya saing.
Ia juga menegaskan bahwa industri kerajinan merupakan sektor ekonomi kreatif yang berperan strategis dalam pembangunan daerah karena mampu melestarikan budaya lokal, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Miftahul Chair menambahkan bahwa Kalimantan Selatan memiliki kekayaan kriya yang sangat beragam, mulai dari kain sasirangan, anyaman purun, kerajinan kayu, kerajinan serat alam hingga berbagai produk kreatif lainnya yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.
Potensi tersebut perlu terus didorong melalui inovasi, peningkatan kualitas, pemanfaatan teknologi digital, dan perluasan akses pasar agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas strategi penguatan industri kerajinan dan pengembangan usaha. Firman Muttaqin selaku Sekretaris Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan memaparkan materi Upaya Penguatan dan Pengembangan Kerajinan Daerah, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM perajin, inovasi produk berbasis budaya lokal, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar dan kemitraan.
Sementara itu, Hendrawan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan materi Pengembangan Usaha dan Inklusi Keuangan, yang menekankan pentingnya mindset kewirausahaan, literasi keuangan, inovasi usaha, serta kesiapan UMKM untuk bersaing di pasar yang lebih luas.