Pada pelatihan tersebut, peserta melakukan praktik lapangan di area pertanian seluas sekitar setengah hektare. Mereka mendapat kesempatan mengoperasikan alat secara langsung dengan pendampingan dari instruktur.
Haris menambahkan, keberadaan alsintan bantuan pemerintah juga dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani lain yang membutuhkan jasa pengolahan lahan. Untuk itu, petani dapat berkoordinasi melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat guna menghubungi kelompok penerima bantuan.
Adapun mekanisme yang diterapkan berupa penggantian biaya operasional dan bahan bakar kepada kelompok yang menyediakan layanan pengolahan lahan menggunakan alsintan tersebut.
Melalui pelatihan ulang ini, DKP3 Tabalong berharap kemampuan petani dan Brigade Pangan dalam mengoperasikan alsintan semakin meningkat.
Penguasaan teknologi pertanian dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendukung target IP200 yang tengah digenjot pemerintah daerah. (wartabanjar.com/Suhardi/*).
Editor Restu







