WARTABANJAR.COM, TANJUNG– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Mas Desa Masingai I, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, terus mengembangkan usaha budidaya ayam petelur yang kini menjadi salah satu andalan sumber pendapatan desa.

Ketua BUMDes Sumber Mas, Sugeng, mengatakan saat ini pihaknya memelihara sekitar 1.000 ekor ayam petelur yang telah berumur 30 minggu.

Pada usia tersebut, ayam berada dalam masa puncak produksi dengan tingkat produktivitas mencapai 90 persen.

"Dari 1.000 ekor ayam, produksi telur saat ini mencapai sekitar 850 butir per hari atau setara kurang lebih 50 kilogram," ujar Sugeng pada wartabanjar.com di lokasi kandang ayamnya, Kamis (18/6/2026)

Telur hasil produksi dipasarkan di wilayah Kecamatan Upau dan sekitarnya.

Untuk harga jual, telur dipasarkan secara eceran Rp30.000 per kilogram, sedangkan harga partai berada di kisaran Rp26.500 per kilogram.

Dengan produksi yang stabil, BUMDes mampu mencatat omzet harian sekitar Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta.

Dalam satu bulan, omzet usaha tersebut mencapai sekitar Rp30 juta.

Menurut Sugeng, hingga saat ini pemasaran telur tidak mengalami kendala berarti.

Seluruh hasil produksi dapat terserap pasar lokal, terutama di wilayah Kecamatan Upau.

"Kebutuhan telur masyarakat masih cukup tinggi sehingga produksi yang ada selalu habis terserap pasar," katanya.

BACA JUGA: BUMDes Sumber Mas Desa Masingai I Raih Juara I Tingkat Kabupaten Tabalong

BACA JUGA: BUMDes Sumber Mas Masingai I Siap Wakili Upau Dalam Lomba Tingkat Kabupaten Tabalong

Meski demikian, Sugeng mengakui saat ini pelaku usaha peternakan menghadapi tantangan berupa turunnya harga telur di pasaran.

Kondisi tersebut diperparah oleh perlambatan ekonomi yang menyebabkan daya beli masyarakat cenderung menurun.

Ia berharap harga telur dapat kembali normal karena biaya produksi, terutama pakan ternak, terus mengalami kenaikan.

"Kondisi sekarang memang harga telur sedang turun, sementara biaya produksi cukup tinggi. Namun dengan harga Rp26.500 per kilogram, usaha ini masih bisa menutup biaya produksi dan memberikan margin sekitar Rp350 ribu per hari," jelasnya.