"IKM yang ada di sana itu sudah berhasil dalam membuat pupuk kompos. Makanya kali ini kita lakukan lagi untuk IKM yang ada di sini," beber Dr Hj Dahniar.

"Kita berharap apabila pembuatan pupuk kompos ini sudah dikuasai oleh masyarakat lokal, nantinya dapat berkembang menjadi usaha UMKM, dan hasilnya dapat dijual ke hingga keluar pulau," tambahnya.

Ketua RT 20, H Hartoyo, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan dua tong sampah dan dua alat kompos dari tim PDWA FEB ULM tersebut.

Menurutnya, dengan adanya bantuan dan juga pelatihan tersebut, dapat menambah ilmu dan pengetahuan bagi masyarakat, khususnya yang ada di kawasan Kayutangi II.

"Dengan pelatihan ini, Insya Allah nanti akan kita praktekan dalam membuat kompos dari sampah rumah tangga masyarakat yang ada di sini," ucap Hartoyo.

"Sehingga nantinya kawasan Kayutangi bisa lebih bersih lagi, dan terbebas dari tumpukan sampah," pungkasnya. (wartabanjar.com/iqnatius)