Ia menjelaskan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki luas lahan pertanian sekitar 35 ribu hektare dengan pola tanam yang mampu mencapai dua kali panen dalam setahun.
Ke depan, pemerintah daerah akan fokus meningkatkan produktivitas hasil panen tanpa harus menambah luas lahan pertanian.
“Saat ini rata-rata produksi padi sekitar 4,7 ton per hektare. Kami menargetkan peningkatan produktivitas hingga mendekati 9,6 ton per hektare melalui berbagai upaya peningkatan teknologi dan pendampingan kepada petani,” ujar Syafrudin.
Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Hulu Sungai Selatan sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)
Editor Restu







