WARTABANJAR.COM, SAMARINDA - Akhirnya bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, Kalteng, ditangkap polisi di lokasi persembunyiannya.

Bandar narkoba berinisial B dan dua orang lain yang juga diduga terlibat dalam Tragedi Tumbang Kalemei dibekuk di Samarinda, Kaltim.

Tragedi Tumbang Kalemei adalah kejadian gugurnya 3 personel Polres Katingan saat melakukan penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, Kamis (2/7/2026) lalu.

Tiga polisi yang gugur akibat penganiayaan massa bersenjata tajam dan senjata api rakitan itu adalah Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana dan Ipda (Anumerta) Sumariyanto.

Selain ketiga polisi itu, juga tewas seorang warga bernama Teriyo yang terkena tembakan polisi saat dia menyerang menggunakan parang.

Penangkapan terhadap B dan kedua rekannya dilakukan pada Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Beredar Video Pengakuan Penyerang Polisi Katingan: Kami Kejar Pakai Kelotok, Kami Tembak dan Tombak

Baca Juga: Ada Perempuan di Daftar Perburuan Polisi dalam Tragedi Tumbang Kalemei Katingan

Ketiganya langsung diterbangkan ke Jakarta pada Kamis malam sebelum diterbangkan lagi ke Kalteng, Jumat (10/7/2026) hari ini.

Satgas Narcotic Investigation Center Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Kelly L mengungkapkan dalam proses penangkapan itu, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas (menembak untuk melumpuhkan) karena mereka melakukan perlawanan.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya Mandau (senjata tajam khas Kalimantan).​

Sebelumnya, tim gabungan Polda Kalteng dan Polres Katingan telah menangkap 5 orang yang diduga ikut menganiaya ketiga polisi yang melakukan penggerebekan.

Dalam video pengakuan salah seorang di antara mereka, terungkap massa terus mengejar tim Polres Katingan yang terpaksa menyeberangi Sungai Katingan untuk menyelamatkan diri.

Massa menggunakan kelotok untuk melakukan pengejaran.

Mereka kemudian menembak dan menyiksa ketiga polisi itu menggunakan parang dan tombak hingga meninggal lalu jenazahnya dibuang ke sungai.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam temuannya di lokasi kejadian juga menyatakan telah terjadi penyekapan dan penganiayaan sebelum jenazah polisi dibuang ke Sungai Katingan. (wartabanjar.com/berbagai sumber)