Mengingat tingginya aktivitas pencarian nafkah masyarakat Tala di pagi hari—seperti bertani di sawah atau menyadap karet—BPS menerapkan sistem kunjungan yang adaptif agar tidak mengganggu produktivitas warga.
“Fleksibel aja. Jadi, tentu masyarakat biasanya pagi masih ada kesibukan harus ke mana, ke sawah, harus usaha karetnya harus ini dulu. Nah, nanti petugas kami yang akan menyesuaikan,” kata Siswo Wijanarko.
Pihak BPS mengimbau warga untuk menerima kedatangan petugas dengan baik serta memberikan jawaban yang jujur. Untuk mengantisipasi potensi penipuan, masyarakat diminta tetap waspada dengan memastikan petugas yang datang mengenakan rompi resmi, mengalungkan tanda pengenal (ID card), serta mampu menunjukkan surat tugas resmi dari BPS Tanah Laut.
Peluncuran ini ditutup dengan penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama Mendukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh jajaran eksekutif, legislatif, yudikatif, instansi vertikal, keagamaan, hingga perwakilan dunia usaha Kabupaten Tanah Laut, disusul dengan sesi foto bersama. (Wartabanjar.com/Gazali/*).
Editor Restu







