“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2016 tidak mungkin hanya mengandalkan BPS semata. Diperlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh komponen masyarakat,” tambahnya.
Pemutakhiran Data Finansial Keluarga dan Sektor Usaha
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Tanah Laut, Siswo Wijanarko, menjelaskan bahwa sensus kali ini memegang peranan krusial untuk menangkap pergeseran pola bisnis masyarakat yang berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir.
“Karena Sensus Ekonomi untuk melihat struktur perekonomian, terutama setelah Covid ini kan berkembang sekali. Ekonomi-ekonomi digital juga mulai bertumbuh di Tanah Laut. Nah, itulah pentingnya Sensus Ekonomi,” jelas Siswo Wijanarko saat diwawancarai usai acara.
Sensus ini tidak hanya menyasar pelaku usaha berskala besar, tetapi juga melakukan pemutakhiran data secara menyeluruh terhadap unit ekonomi terkecil di masyarakat, yakni sektor rumah tangga.
“Selain itu, dalam Sensus Ekonomi ini juga akan dimutakhirkan pendataan ekonomi keluarga. Jadi, setiap keluarga akan kita data,” urainya.
Terjunkan 362 Petugas, Jadwal Kunjungan Dipastikan Fleksibel
Guna menyisir seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut, BPS mengerahkan sebanyak 362 personel gabungan. Tim ini terdiri atas 317 petugas pendata lapangan serta 45 petugas pengawas yang akan mengawal validitas data di lapangan. Seluruh petugas dijadwalkan bergerak melakukan pendataan dari rumah ke rumah serta ke tempat usaha mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.







