WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Bandara Internasional Syamsudin Noor memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal, meski Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berbagai langkah antisipasi pun disiapkan, mulai dari kesiapan personel penyelamat dan pemadam kebakaran bandara, hingga penyusunan skenario darurat apabila karhutla berdampak terhadap operasional penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan bandara telah memiliki tim Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), yang siap menangani kondisi darurat di kawasan bandara.
“Kalau kesiapan kaitannya dengan operasional bandara, kami sudah siap. Kami memiliki unit khusus yang namanya ARFF,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (06/07/2026).
Millyas menjelaskan, pihak bnadara juga terus berkoordinasi dengan BMKG dan Basarnas untuk memantau perkembangan situasi.
”Kami akan senantiasa berkoordinasi juga dengan pihak tersebut, kalau memang nanti ternyata ada yang akan mengganggu, kami juga akan menyiapkan langkah antisipasi,” katanya.
Salah satu langkah yang telah disiapkan, lanjutnya, ialah berkoordinasi dengan bandara-bandara di sekitar apabila operasional Bandara Syamsudin Noor terdampak karhutla.
”Apabila memang nanti sampai tidak bisa melakukan kegiatan operasional, maka kami akan melakukan koordinasi dengan bandara-bandara sekitar, untuk menjadi alternatif bagi Bandara Syamsudin Noor,” jelasnya.







