Pasar Ahad Kertak Hanyar Tak Lagi Seramai Dulu, Omzet Pedagang Beras Tak Sampai Rp 1 Juta Per Hari
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Meski cuaca terasa panas, animo massa untuk mengunjungi Pasar Ahad Jalan Ahmad Yani Kilometer 7 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tak surut, Minggu (12/07/2026) pagi.
Sebagian besar warga Kota Banjarmasin itu, ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda dari pasar tradisional lainnya.
Di sini, penunjung bisa menikmati kuliner khas Banjar seperti serabi dan lupis.
Di Pasar Ahad, para pecinta burung dan ayam juga memiliki banyak pilihan.
Sepanjang Jalan Ahmad Yani Kilometer 7 depan Pasar Ahad juga penuh oleh kendaraan parkir, sehingga membuat macet arus lalu lintas dari arah Kota Banjarbaru ke Kota Banjarmasin.
Demikian pula di Seberang jalan, yang penuh penjual bunga.
Sementara itu, di dalam pasar tampak pengunjung yang sebagian mengenakan pakaian olahraga, asyik menikmati suguhan makanan dan minumanan.
Ada pula yang sedang terlibat tawar menawar harga barang dengan pedagang.
Kepada wartabanjar.com, seorang pedagang beras mengaku pengunjung dan pembeli di pasar ini tidak seramai dulu.
Ini dirasakannya setelah belasan tahun berjualan di Pasar Ahad.
Hal ini karena sejumlah pasar tak resmi muncul di sekitarnya mendekati permukiman.
Apalagi kondisi Pasar Ahad semakin tak terurus dan penuh sampah.
Kondisi ini tentunya memengaruhi omzet penjualannya, yang sehari tak lebih dari Rp 1 juta.
"Sekarang sepi," katanya.
Beras yang dijualnya beragam dengan harga di kisaran belasan ribu rupiah per liter.
Di sisi lain, bawang merah dan bawang putih berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram.
Sementara bawang bombai 25 ribu sekilo.
Ada pun telor ayam dijual dengan harga sekitar Rp 25 ribu per kilogram atau Rp1.600-1.900 per butir, tergantung ukuran.