WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Peluang Kalimantan Tengah memiliki embarkasi sendiri untuk melayani keberangkatan jemaah haji asal Kalteng masih terbuka.

Namun, pembentukan embarkasi memerlukan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum dapat direalisasikan.

Peluang tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf saat ditanya mengenai kemungkinan Kalteng memiliki embarkasi haji sendiri, Jumat (10/7/2026) sore.

Selama ini, jemaah haji asal Kalteng masih dilayani melalui Embarkasi Banjarmasin bersama jemaah dari Kalimantan Selatan.

“Embarkasi Banjarmasin memiliki dua daerah, dari Kalsel sendiri dan Kalteng,” ujarnya.

Irfan menyampaikan, setiap daerah harus memiliki kesiapan yang memadai sebelum dapat menyelenggarakan pelayanan embarkasi secara mandiri.

Baca Juga Mantan Walikota Banjarbaru Dipolisikan, Diduga Lakukan Penganiayaan Terhadap Paman

Baca Juga Buruh Pencari Ikan Temukan Bayi Perempuan dalam Tas Belanja di Jembatan Angsau Pelaihari Tanah Laut

“Masing-masing daerah tentu harus menyiapkan berbagai macam persyaratan,” katanya.

Jumlah jemaah menjadi salah satu aspek yang akan diperhitungkan dalam pembentukan embarkasi.

“Pertama, seperti saya sampaikan tadi, berapa jemaah yang ada dari sana,” jelasnya.

Selain jumlah jemaah, fasilitas pelayanan bagi calon jemaah juga menjadi bagian dari kesiapan yang akan dinilai.

“Kemudian kesiapan asrama hajinya,” ucap Irfan.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan infrastruktur penerbangan untuk mendukung keberangkatan jemaah menuju Arab Saudi.

“Terutama bandaranya, siap atau tidak untuk pesawat berbadan lebar,” ungkapnya.

Kemampuan bandara dalam mendukung penerbangan internasional turut menjadi pertimbangan sebelum embarkasi dapat dibentuk.

“Kemudian apakah bandara tersebut sudah bisa melayani penerbangan internasional, itu juga menjadi pertimbangan,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu