DKP3 menilai skema ini penting karena kebutuhan BBM subsidi untuk sektor pertanian di Tabalong terus meningkat.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKP3 Tabalong, Rahmani, mengatakan kebutuhan BBM subsidi yang telah teridentifikasi saat ini mencapai sekitar 6.000 liter per bulan untuk kelompok tani yang rutin melakukan pengambilan di SPBU.
Namun secara keseluruhan, kebutuhan BBM subsidi sektor pertanian di Kabupaten Tabalong diperkirakan jauh lebih besar.
BACA JUGA: DPRD Tabalong Dorong Satgas Pengawas BBM dan Elpiji Bersubsidi Berjalan Optimal
BACA JUGA: Kapolres Tabalong Sidak SPBU Menanggapi Keluhan Sopir Truk Soal Antrean BBM Bersubsidi
“Jika dihitung berdasarkan jumlah alat pertanian yang ada pada tahun 2026, kebutuhan BBM bersubsidi di Tabalong diperkirakan mencapai sekitar 400 ribu liter dalam satu tahun,” kata Rahmani.
Melalui sistem rekomendasi dan barcode yang terintegrasi dengan BPH Migas, DKP3 Tabalong berharap distribusi BBM bersubsidi dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Ketersediaan BBM untuk operasional alsintan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







