13 Perwakilan Petani Tabalong Siap Meriahkan Penas KTNA XVII 2026 di Gorontalo
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Sebanyak 13 perwakilan petani yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, akan mengikuti Pekan Nasional (Penas) KTNA XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo pada 20-26 Juni 2026.
Kontingen Tabalong terdiri tujuh peserta yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Tabalong dan enam peserta lainnya mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dari total peserta tersebut, dua orang bertugas sebagai pendamping, sementara peserta lainnya merupakan anggota KTNA, mantan pengurus KTNA 2025, petani berprestasi serta petani milenial.
Keberangkatan kontingen Tabalong secara resmi dilepas Bupati H. Muhammad Noor Rifani di halaman Pendopo Bersinar, Jumat (12/6/2026).
Kepala Bidang Bina Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Tabalong, Rahman Effansyah, mengatakan Penas KTNA merupakan ajang pertemuan tiga tahunan bagi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
“Peserta ada tujuh orang, lima orang dari KTNA dan dua orang pendamping. Kami juga melibatkan unsur petani milenial,” ujar Rahman, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, keterlibatan petani milenial diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian yang saat ini menghadapi tantangan berkurangnya jumlah petani.
“Petani milenial ini dilibatkan sebagai penyemangat untuk mengajak rekan-rekan seusianya agar ikut berperan dalam kegiatan pertanian,” katanya.
Rahman berharap keikutsertaan kontingen Tabalong dalam Penas KTNA XVII dapat membawa berbagai inspirasi dan inovasi yang dapat diterapkan di daerah.
Sementara itu, Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani menilai Penas KTNA merupakan kesempatan berharga bagi para petani dan nelayan untuk belajar langsung mengenai perkembangan teknologi, inovasi, serta praktik terbaik di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.
Menurutnya, peserta harus memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas wawasan dan membawa pulang berbagai pengetahuan yang dapat diterapkan di Tabalong.
BACA JUGA: Petani di Tabalong Keluhkan Produksi Karet Anjlok Akibat Rontok Daun
BACA JUGA: Antisipasi El Nino, DKP3 Tabalong Percepat Musim Tanam Petani