WARTABANJAR.COM, BARABAI– Persoalan sampah masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) HST menggelar Bimbingan Teknis Inovasi HST BERKAH, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dilaksanakan sepanjang Juni 2026.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten HST mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan dengan memulai kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.

Ajakan itu juga sejalan dengan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten HST terkait peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang menggerakkan berbagai aksi peduli lingkungan di Bumi Murakata.

Kepala DLH HST, Mursyidi, melalui Sekretaris DLH HST, Ahmad Syafaat mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kapasitas berbagai pihak dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah paling penting untuk mengurangi timbunan sampah yang masuk ke TPA,” katanya.

Menurut Syafaat, masyarakat didorong untuk mulai membiasakan memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah tangga maupun lingkungan tempat beraktivitas.

“Pemilahan sampah ini dapat dilakukan mulai dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, pondok pesantren, tempat usaha, kawasan wisata, hingga fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebiasaan memilah sampah tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga mempermudah proses pengolahan dan meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

“Selain mengurangi beban TPA, pemilahan sampah juga mendukung kegiatan daur ulang, bank sampah, dan pengolahan kompos,” ungkapnya.

Melalui inovasi HST BERKAH, DLH HST juga ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen lainnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Syafaat menegaskan pengelolaan sampah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang menghasilkan sampah.

“Saya mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta memanfaatkan kembali barang yang masih bernilai guna,” tuturnya.