⦁ Rivalitas sekolah
Hal ini bisa saja dipicu kejadian masa lalu yang mengakibatkan terjadinya persaingan antar sekolah yang bisa berdampak pada aktivitas yang negatif, diantaranya tawuran antar pelajar ini.
⦁ Kurangnya pengawasan orang dewasa
Masa remaja biasanya ditandai dengan sikapnya yang agresif, ingin mengenal banyak orang dari berbagai kalangan, karena itulah perlunya pengawasan orang dewasa di sekitarnya seperti orang tua dan guru di sekolah agar tidak masuk ke lingkungan pertemanan yang salah.
⦁ Kurang pengendalian diri
Mereka yang terlibat tawuran biasanya para remaja yang tidak dapat mengendalikan emosinya sendiri, mudah marah dan frustasi.
Saat mempunyai masalah, mereka akan mudah menyalahkan pihak lain, dan mencari jalan pintas dengan menyalurkan emosinya tersebut, salah satunya dengan ikut tawuran.
⦁ Efek game online
Dewasa ini banyak anak hingga remaja yang kecanduan game online, apalagi banyak game yang di dalamnya mengandung unsur kekerasan.
Hal ini dapat mempengaruhi mereka menjadi agresif hingga membuat mereka menjadi pemarah.
⦁ Pengaruh media sosial
Saat ini media sosial sangat mudah sekali diakses segala usia dan kalangan.
Maraknya pemberitaan tentang kekerasan, bullying, tawuran, hal ini tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi para remaja untuk meniru aktivitas yang ditontonnya di medsos tersebut. (Wartabanjar.com/atoe)
Editor Restu







