“Pekerjaan lanskap masih berjalan dan progresnya saat ini sudah mencapai sekitar 30 persen. Secara visual sudah mulai terlihat hasilnya dan diharapkan dapat digunakan saat pelaksanaan Hari Jadi,” tambah Ryan.

Pekerjaan lanskap meliputi pembangunan taman, drainase, area vegetasi, serta penataan lingkungan kawasan masjid. Selain tanaman peneduh, Dinas PUPR Kalsel juga menyiapkan berbagai tanaman buah sebagai bagian dari konsep ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan.

“Kami tidak hanya menanam tanaman pelindung, tetapi juga tanaman buah. Harapannya dapat menciptakan lingkungan yang lebih asri sekaligus menarik kehadiran burung dan satwa kecil lainnya,” ujarnya.

Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dirancang sebagai salah satu ikon religi di Kalimantan Selatan dengan kapasitas mencapai 3.288 jemaah.

Tahapan Pembangunan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Pembangunan bangunan utama masjid (2023–2024). Pembangunan bangunan penunjang sayap kanan (2025). Pembangunan bangunan penunjang sayap kiri (2025).

Pembangunan plaza (2025). Pekerjaan lanskap meliputi kolam, titian, minaret, area parkir, taman/vegetasi, dan Penerangan Jalan Umum (PJU) (tahap pertama 2024 dan lanjutan 2026). Pekerjaan lantai dasar bangunan penunjang sayap kiri dan sayap kanan.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, kawasan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya masyarakat Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai kawasan yang religius dan nyaman bagi masyarakat. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)

Editor Restu